Category: Bola

FA dan Liga Primer Terima Tuduhan ‘Standar Ganda’?

Deskripsi singkat: FA dan Liga Primer dituduh memiliki standar ganda dan munafik oleh Yunus Lunat karena tak lakukan penghormatan pada korban tewas di Christchurch. FA dan Liga Primer Terima Tuduhan ‘Standar Ganda’? Asosiasi Sepak Bola, FA, dan juga Liga Sepakbola Inggris, Liga Primer, menerima tuduhan menerapkan ‘standar gandanya’ karena mereka tidak melakukan penghormatan pada 50 orang yang menjadi korban serangan dan penembakan dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Terima Tuduhan Karena Tak Lakukan Penghormatan pada Korban Enam Negara dan juga liga rugby melakukan penghormatan kepada korban-korban tewas karena penembakan di Christchurch, pada tanggal 15 Maret 2019. Mereka melakukannya akhir pekan lalu. Namun hal itu tidak dilakukan juga oleh laga papan atas Piala FA dan Liga Primer. Padahal, para pemain klub-klub Liga Primer itu mengenakan kain berwarna hitam di lengan mereka dan juga menyanyikan lagu kebangsaan Perancis setelah ada serangan di Paris pada bulan November 2015. Mantan Ketua Dewan Kesetaraan Ras Asosisiasi Sepak Bola Inggris atau FA, Yunus Lunat, menyebutnya sebagai sebuah “kemunafikan.” Saat melakukan penghormatan di insiden serangan di Perancis 2015, Ketua agen togel Liga Primer Richard Scudamore menyatakan hal tersebut dilakukan sebagai sebuah bentuk ‘solidaritas dan juga kenangan’ setelah adanya serangan di ibu kota Perancis yang mana menewaskan 130 orang itu. Dilansir dari BBC Indonesia, Yunus Lunat mengatakan, “Tidak ada alasan. Kapan pun sesuatu terjadi, bahkan di skala yang sama, sepakbola selalu bersikap dan juga melakukan penghormatan.” “Apa yang terjadi sekarang ini adalah standar ganda dan sikap yang munafik. Berdiam diri selama satu menit adalah tindakan yang tepat. Saat hal tersebut dilakukan sebagai sebuah tanggapan atas sebuah peristiwa, semestinya itu dilakukan pada tiap serangan,” imbuhnya lagi. Insiden penembakan brutal yang terjadi di dua masjid di Christchurch itu memang menjadi focus dunia. Namun mengapa laga sebesar Liga Primer dan FA tak melakukan penghormatan pada para korban tewas di sana yang notabene muslim, sementara saat insiden Paris mereka melakukan penghormatan. Tanggapan Liga Primer dan FA Saat dimintai komentar atas ini, pimpinan Liga Primer menunjukkan simpatinya lewat sebuah cuitan di Twiiter. Namun Liga Sepak Bola Inggris sampai sejauh ini masih belum memberikan komentarnya soal pernyataan yang diajukan oleh awak media khususnya BBC Sport. Serangan yang terjadi di Paris pada tanggal 13 November 2015 oleh orang-orang yang bersenjata dan pembom bunuh diri sudah memporakporandakan gedung konser, restoran, sebuah bar, dan stadion utama dalam waktu yang hampir bersamaan. Dan insiden itu menyebabkan sebanyak 130 orang tewas dan ratusan yang lainnya mengalami luka-luka. Laga Timnas Prancis dan Jerman yang ada di Stade de France menjadi sasaran serangan tersebut saat 3 pelaku bom bunuh diri meledakkan bahan peledak yang ada di luar stadion. Dan di hari Selasa, di laga persahabatan antara Timnas Inggris dan Perancis, ada upacara penghormatan dan mengheningkan cipta guna menghormati korban-korban serangan. Setelah serangan Nice di bulan Juli 2016 yang mana menewaskan 86 orang dan lebih dari 300 orang luka-luka, saat sebuah truk random menabrak kerumunan orang-orang yang tengah merayakan Hari Bastille, Stadion Wembley memberikan sebuah penghormatan dengan cara menyalakan lampu Tricolor dan melayangkan cuitan yang berisi “Kami menunjukkan solidaritas pada warga Prancis.” Penghormatan lainnya juga dilakukan namun tidak untuk insiden di Selandia Baru ini. Yunus Lunat menambahkan, “Mengapa penghormatan tak dilakukan, karena menurut saya, kurangnya tokoh panutan dan juga pimpinan senior yang berlatar etnis yang bisa memahami situasi seperti ini.”