Category: Film

Film Biopik John Lenon ditransformasi Jadi Aksi Musikal

Deskripsi singkat: Setelah film Imagine, ada karya milik Lennon yang akan dijadikan aksi musical yaitu Nowhere Boy. Film Biopik John Lenon ditransformasi Jadi Aksi Musikal Produser Dayna Lee dan Brian disebut sudah mendapatkan hak panggung untuk menjadikan biopic John Lenon dengan tajuk Nowhere Boy (2009) sebagai sebuah aksi musical. Nowhere Boy akan Jad Aksi Musikal Dalam film itu, diceritakan dengan runtut soal Lennon yang masih remaja, sebelum dirinya bergelimang popularitas Bersama dengan The Beatles. Film Nowhere Boy ini dibintangi oleh sejumlah aktor togel misalnya Aaron Johnson yang berperan sebagai Lennon, Kristin Scott Thomas yang berperan sebagai Bibi Mimi dan juga Anne-Marie Duff sebagai Julia Lennon, ibu Lennon. Dikutip dari CNN Indonesia, Lee mengaku bahwa proyek barunya ini bakal tayang perdana “dalam beberapa tahun ke depan”  di Inggris. Sekarang ini tidak banyak yang dapat diungkapkannya. “Tim kami akan berpergian ke London di musim panas ini dan kami mencoba untuk menemukan orang yang tepat yang dapat menghidupkan narasi ini,” katanya lagi. Ia juga mengatakan bahwa Yoko Ono, istri Lennon juga sudah mengetahui proyek musical ini tapi dikatakannya tidak campur tangan dalam proyek ini. Sama juga seperti Nowhere Boy, versi musiklnya juga tidak memuat music dari The Beatles, namun lagu-lagu popular dari era Lennon saat remaja, yakni pada tahun 1955-1960. Misalnya saja lagu-lagu dari Elvis Presle, Chuck Berry, dan juga Buddy Holly. Nowhere Boy sendiri mendapatkan 4 nominasi di British Academy Film Awards tahun di mana film itu dirilis masing-masingnya untuk Outstanding British Film, Outstanding Debut by a British Director dan juga ada 2 nomine Best Suporting Actress. Film yang memaparkan kehidupan dan juga lata belakang keluarga musisi legendaris ini mendapatkan banyak ulasan positif. Karya John Lennon di Bioskop Tidak Cuma Nowhere Boy saja yang berhasil masuk ke bioskop dan bisa mencuri perhatian para penontonnya. Sebelumnya, film Imagine yang digarap oleh Lennon dan istrinya, Yoko Ono, juga bisa mencuri perhatian para penggemar Lennon. Pada tahun 2018 lalu diberitakan bahwa film tersebut akan disertai dengan material dan juga lagu tema baru tapi tetap akan mempertahankan garapan-garapannya yang lama. Film yang diarahkan langsung dan diproduseri oleh pasangan Ono dan Lennon tersebut menggambarkan tentang sesi rekaman album Imagine (1971) di Inggris dan New York. Dalam film tersebut, Lennon mengintepretasikan tiap lagi yang digarapnya Bersama dengan Phil Specto, seorang produser music. Beberapa musisi kenamaan juga terlibat sebagai bintang tamu misalnya saja George Harrison, Jack Palance, Andy Warhol dan Fred Astaire. “Imagine sudah direstorasi potongan demi potongan gambar dari gulungan asli dan juga audio diremix peraih tiga piala Grammy, Paul Hicks,” itu lah pernyataan dalam siaran pers yang dilansir dari CNN Indonesia. Terungkap juga dalam pernyataan tersebut bahwa versi restorasinya menampilkan material tambahan yaitu tayangan dengan durasi 15 menit yang sebelumnya belum pernah dirilis. Tayangan tersebut adalah rekaman studio Lennon Bersama dengan George Harrison, Alan White dari Yes, Klaus Voormann dan juga Nicky Hopkins dari Rolling Stones yang membawakan lagu berjudul How Do You Sleep dari Oh My Love. Menariknya lagi adalah audio suara pun bakal dibuat juga lebih special dari Dolby Atmos. Itu lah yang membuat para penontonnya pada saat itu merasa berada langsung di tengah proses rekaman Lennon. Film Imagine milik Lennon dan Ono yang direstorasi ini tayang pada tanggal 17 September tahun 2018 lalu.

Ulasan Film Mantan Manten

Deskripsi singkat: Sebetulnya film Mantan Manten ini adalah cerita yang ringan dan relevan namun dibalut ke sebuah cerita yang kompleks. Ulasan Film Mantan Manten Dalam tiap rumus percintaan, kebanyakan orang Cuma menerapkan proses “mengejar” dan juga “memperjuangkan” saja namun lupa saat sudah berbicara tentang “merelakan.” Padahal, “merelakan” ini sama pentingnya juga dengan mengejar dan juga memperjuangkan. Begitu lah kira-kira yang ada di benak penonton Mantan Manten setelah keluar dari bioskop. Karena apa? Karena “merelakan” terdengar sangat mengerikan. Subjudul 1 Ini lah yang coba diangkat oleh film terbaru yang diproduksi oleb Visinema Pictures dengan judul Mantan Manten. Kisah film ini sebetulnya berpusat pada karakter utamanya yaitu Atiqa Hasiholan yang berperan sebagai Yasnina, seorang manajer cum konsultan investasi yang popularitasnya sudah tidak perlu diragukan lagu, dan bisa dibandingkan dengan pesohor lainnya. Yasnina ini digambarkan sering tampil di acara TV dan juga diwawancarai pewarta. Kehidupannya terlihat amat sangat sempurna: glamor, kaya, dan memiliki tunangan dari strata social yang tinggi bernama Surya yang diperankan oleh Arifin Putra. Namun hidupnya yang terlihat ideal itu berbalik 180 derajat jadi sebuah bencana saat Yasnina dijebak dan akhirnya juga dikhianati oleh togel Iskandar yang diperankan oleh Tyo Pakusadewo, yang tak lain adalah bosnya sekaligus calon mertuanya. Penjebakan dan pengkhianatan itu berkaitan dengan kasus penggelapan dana investasi. Kemewahannya akhirnya disita oleh aparat dan ia akhirnya seketika jatuh miskin dan amat sangat nelangsa. Harapan muncul akhirnya di tengah perasaan yang serba tak karuan. Ia ternyata masih memiliki asset yaitu sebuah vila di daerah Tawangmangu, Jawa Tengah yang belum dibalik namanya. Ia berencana menjual asetnya itu dan uangnya bisa dipakainya untuk melawan Iskandar di pengadilan. Namun ternyata, usaha untuk mengambil vila tersebut tidak semudah yang ia bayangkan. Ia masih harus berhadapan dengan Marjanti (Tutie Kirana), pemilik lama vila yang sehari-harinya bekerja sebagai perias dan juga dukun manten. Marjanti pasalnya setuju menyerahkan vila miliknya, asalkan Yasnina manu menjadi asistennya selama 3 bulan sampai hajatan pernikahan tiba. Cerita yang Ringan dan Revelan Dilansir dari Tirto, Visinema Pictures yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008 itu selalu sukses menggebrak industry perfilman Indonesia. Tidak butuh waktu lama bagi Mantan Manten untuk mencuri perhatian khalaya, seperti film sebelumnya, Love for Sale yang juga sukses. Kisah Mantan Manten ini dinilai sangat menarik karena Fasihad, selaku penulis naskah membangun konflik pada tiap babak dengan terstruktur dan rapi. Antara satu bagian ke bagian yang lain memiliki garis hubung yang jelas dan tidak meninggalkan lubang. Cerita Mantan Manten ini sebenarnya sangat sederhana: seorang perempuan yang menyaksikan mantan tunangannya yang ia cintai menikah dengan orang lainnya. Tapi sebelum sampai ke sana, sang penulis naskah menyelipkan dahulu konflik yang berlapis-lapis dengan jahitan yang sangat solid dan tak picisan disertai dengan konteks yang sangat jelas. Tidak hanya itu, ia menutupnya dengan klimaks dan plot twist pada akhir babaknya. Bagian yang paling menarik dari film Mantan Manten ini adalah saat Yasnina menjalani hari-harinya di Tawangmangu dengan Marjanti. Dua karakter ini pasalnya digambarkan sebagai dua orang yang sangat kontras. Marjanti yang kaku, konservatif dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, berkolaborasi dengan Yasnina yang digambarkan sebagai perempuan modern, terbuka dan dominan. Untuk anda yang suka dengan gagasan tentang emansipasi, kemandirian, dan cita-cita seorang perempuan, nampaknya anda harus menyaksikan film Mantan Manten ini. Dijamin anda tidak akan rugi!