Ulasan Film Mantan Manten

Deskripsi singkat: Sebetulnya film Mantan Manten ini adalah cerita yang ringan dan relevan namun dibalut ke sebuah cerita yang kompleks.

Ulasan Film Mantan Manten

Dalam tiap rumus percintaan, kebanyakan orang Cuma menerapkan proses “mengejar” dan juga “memperjuangkan” saja namun lupa saat sudah berbicara tentang “merelakan.” Padahal, “merelakan” ini sama pentingnya juga dengan mengejar dan juga memperjuangkan. Begitu lah kira-kira yang ada di benak penonton Mantan Manten setelah keluar dari bioskop. Karena apa? Karena “merelakan” terdengar sangat mengerikan.

Subjudul 1

Ini lah yang coba diangkat oleh film terbaru yang diproduksi oleb Visinema Pictures dengan judul Mantan Manten. Kisah film ini sebetulnya berpusat pada karakter utamanya yaitu Atiqa Hasiholan yang berperan sebagai Yasnina, seorang manajer cum konsultan investasi yang popularitasnya sudah tidak perlu diragukan lagu, dan bisa dibandingkan dengan pesohor lainnya.

Yasnina ini digambarkan sering tampil di acara TV dan juga diwawancarai pewarta. Kehidupannya terlihat amat sangat sempurna: glamor, kaya, dan memiliki tunangan dari strata social yang tinggi bernama Surya yang diperankan oleh Arifin Putra.

Namun hidupnya yang terlihat ideal itu berbalik 180 derajat jadi sebuah bencana saat Yasnina dijebak dan akhirnya juga dikhianati oleh togel Iskandar yang diperankan oleh Tyo Pakusadewo, yang tak lain adalah bosnya sekaligus calon mertuanya. Penjebakan dan pengkhianatan itu berkaitan dengan kasus penggelapan dana investasi. Kemewahannya akhirnya disita oleh aparat dan ia akhirnya seketika jatuh miskin dan amat sangat nelangsa.

Harapan muncul akhirnya di tengah perasaan yang serba tak karuan. Ia ternyata masih memiliki asset yaitu sebuah vila di daerah Tawangmangu, Jawa Tengah yang belum dibalik namanya. Ia berencana menjual asetnya itu dan uangnya bisa dipakainya untuk melawan Iskandar di pengadilan. Namun ternyata, usaha untuk mengambil vila tersebut tidak semudah yang ia bayangkan. Ia masih harus berhadapan dengan Marjanti (Tutie Kirana), pemilik lama vila yang sehari-harinya bekerja sebagai perias dan juga dukun manten. Marjanti pasalnya setuju menyerahkan vila miliknya, asalkan Yasnina manu menjadi asistennya selama 3 bulan sampai hajatan pernikahan tiba.

Cerita yang Ringan dan Revelan

Dilansir dari Tirto, Visinema Pictures yang didirikan oleh Angga Dwimas Sasongko pada tahun 2008 itu selalu sukses menggebrak industry perfilman Indonesia. Tidak butuh waktu lama bagi Mantan Manten untuk mencuri perhatian khalaya, seperti film sebelumnya, Love for Sale yang juga sukses.

Kisah Mantan Manten ini dinilai sangat menarik karena Fasihad, selaku penulis naskah membangun konflik pada tiap babak dengan terstruktur dan rapi. Antara satu bagian ke bagian yang lain memiliki garis hubung yang jelas dan tidak meninggalkan lubang.

Cerita Mantan Manten ini sebenarnya sangat sederhana: seorang perempuan yang menyaksikan mantan tunangannya yang ia cintai menikah dengan orang lainnya. Tapi sebelum sampai ke sana, sang penulis naskah menyelipkan dahulu konflik yang berlapis-lapis dengan jahitan yang sangat solid dan tak picisan disertai dengan konteks yang sangat jelas. Tidak hanya itu, ia menutupnya dengan klimaks dan plot twist pada akhir babaknya.

Bagian yang paling menarik dari film Mantan Manten ini adalah saat Yasnina menjalani hari-harinya di Tawangmangu dengan Marjanti. Dua karakter ini pasalnya digambarkan sebagai dua orang yang sangat kontras. Marjanti yang kaku, konservatif dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat, berkolaborasi dengan Yasnina yang digambarkan sebagai perempuan modern, terbuka dan dominan.

Untuk anda yang suka dengan gagasan tentang emansipasi, kemandirian, dan cita-cita seorang perempuan, nampaknya anda harus menyaksikan film Mantan Manten ini. Dijamin anda tidak akan rugi!

tw3k
tw3k

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *